Groundcrew







Embak -baca: pembantu-  jaman sekarang emang beda ama jaman dulu ya?
Kalau punya ortuku dari aku kecil thu aweeett banget, baik embak maupun supir. Sampai Chacha SD kelas 2 pun, kadang supir nyokap -yang dulu anter jemput gue dari playgroup- juga suka jemput Cha.
4 tahun terakhir ini supir tua ibuku menjadi milik supir adikku yang laki, khusus buat anter jemput anak-2nya disebabkan pak supir itu sudah tidak memungkinkan lagi mengantar jemput ibuku karena makin pikun sedangkan rute ibuku kadang masih bersliweran keliling jakarta. Jadi dipensiunkan dengan hormat dan tetap menjadi supir buat anak-2nya adikku.


Begitu juga dengan embak-nya ibuku, urus rumah ibuku dari aku bayi, dan baru pensiun dengan rencana buka warung di kampungnya sekitar 4 tahun yang lalu.



Jadi baru 4 tahun terakhir ini dirumah ibu bapakku terjadi pergantian supir dan embak, padahal mereka sudah ikut ortuku sejak ortuku baru nikah. Kalau supir bapakku, masih awet karena jauh lebih muda dibanding supir ibuku dan embakku. Dia itu 'baru' ikut bapakku saat aku duduk dibangku SMP, jadi umur masih sekitar 50an laah, stamina masih kuat buat 'dihajar' bapakku kemana mana, dari pagi sampai malam, hahaha.


Itu tadi cuma sekedar contoh nyata yang aku liat sendiri, gimana orang jaman dulu jauh lebih mengabdi dibanding embak-2 jaman sekarang yang adaaaaaa aja manner dan masalahnya. 




Kembali ke topik.

Aku cuma pengen nulis beberapa contoh pengalaman punya embak dan suster yang 'ajaib' buatku karena bener-2 deh kelakuannya bikin aku gak tahan, jadi harus milih either dia atau aku yang keluar rumah, looohh..???


Enggg.. sementara dua cerita aja ya, kalau ada waktu senggang lagi, aku tulis yang lain.


Saat Chacha berumur 10 bulan, aku mulai memakai jasa seorang suster.
Kerjanya lumayan, mau nyanyi dan main sama Chacha, nyuapin pun telaten. Baru beberapa hari dia dirumah, suatu pagi subuh-2 suamiku membangunkan aku sambil rada ngomel..

' Kalau pakai kamar mandi, dibersihkan lagi'

'Sapa yang pake kamar mandi?' *bales rada jutek karena namanya juga dibangunkan dengan nada yang gak enak*

'Ituuu, kamu pup gak di flush'

'Enak ajaaa, awas ya nuduh sembarangan, gak bisa kentut ntar'

-------------



Beberapa pagi lagi...

'Kamu ngelindur yaaaa, kamar mandi kok jorok kayak gitu!'

'Apaan sih, dari kemaren-2 kok mbangunin cuma buat bahas kamar mandi...'

'Liat ndiri deh...'

Udah kayak pocong deh jalan ke kamar mandi yang letaknya persis di depan kamar dengan terkantuk-2 dan begitu buka pintu kamar mandi....


'Alamaaakkjaaaannn' *Gaya Emon di Catatan si Boy*

Tau gaaak, ada pup berserakan di ubin kamar mandi  -hhuueeekkssss- dan yang didalem jambannya juga belum disiram !! 

'Bukan akuuu, sungguuh! Jangan mentang-2 kamu baru menikahi aku -halaaaahh- 2 tahun lalu kamu baru tahu bahwa aku sleepwalker dan pupwalker...'

'Lalu siapaaaa?? Chacha kan belum bisa jalan dan pupnya gak mungkin lah kayak begini.'


Selidik punya selidik (gak mau memperpanjang cerita ini dengan cara detektifnya aku menyelidiki karena mual lagi mbayanginnya), ketahuanlah si suster itu yang melakukannya. Langsuungggg talak 3 ! 





Cerita kedua.

Pembantu baru aku yang cukup berumur -sekitar 40 tahunan tapi mukanya udah 50an- ternyata PLAYGIRL  !! Aduh maaaakk, untung dia janda (kok masih untung juga?) jadi gak merugikan pasangannya. Tapi ini keterlaluan banget. Semua orang yang lewat juga digenitin ama dia, bahkan cuma sekedar supir taxi yang kebetulan lewat di depan rumah. Apalagi satpam keliling, pembantu-2 laki yang kerja di 1 sepanjang 1 gang rumahku, mungkin udah abis bibirnya disosor dia.


Sampai akhirnya dia kena batunya...

Suatu sore, ada cewek pengen ketemu dia.
Dia gakmau nemuin, thu cewek berubah haluan minta ketemu aku. Lha, dia yang berbuat kok aku yang merasakan akibatnya? Katanya cewek itu adalah istri dari seorang laki yang merupakan salah satu pacarnya dia.
Jelas kutolak mentah-2 mau ketemu  aku.


Tapi thu cewek pantang menyerah, duduk manis depan pager dan menunggu... menunggu... menunggu.... sampai pembantu PlayGirl gerah di dalam rumah.

Jam 20 malem (udah 4 jam nunggu) cewek itu bilang ke pembantu  yang satunya, kalau dia mau liat kamar si PlayGirl karena yakin si PG ngumpet ketakutan.
Pembantu yang alim lapor ke aku kalau si cewek mau liat kamarnya, akhirnya kuijinkan dengan syarat cuma liat kamarnya aja lalau kalau gak ada, suruh keluar lagi.


Masuklah itu cewek ke kamar PG, dan emang gak ada si PG karena keburu ngibrit ngumpet di halaman belakang rumah, dibawah pohon palem.
Cewek itu bilang makasih, lalu keluar lagi, nunggu di depan pager.... sampai tengah malem... dan si PG juga ketakutan nungging di bawah pohon palem belakang  ... sampai malem.. subuh.. pagi....


Jam 7 pagi si PG keluar dari sarangnya, masuk kerumah dan minta resign. Yeeee, emang mau aku keluarin, gak bisalah rumahku jadi tempat kayak gitu.
Dia berkemas, aku kasih gaji terakhir .... dia keluar pagerrrr....


.......dan tadaaaaaaaaa..... thu cewek masih tetep nunggu di pengkolan deket rumahku.


Entah apa yang terjadi lagi, aku gakmau tau.
Tapi kata pembantuku yang laki, si PG compang camping bajunya dan lengannya berdarah- darah serta rambut berurai berantakan sambil nangis-2 lari ke terminal.

Cukup mereka berdua 1 minggu bekerja dirumahku dalam waktu yang berbeda..  *menghela nafas, mengenang kejadian yang memilukan*





                            

Njeblos





Sebenernya gue masih gak fit buat nyetir, sejak radang tenggorokan hari Sabtu kemarin. Rasa nelen linggis nya sih udah hilang, tapi masih agak gak asik aja, lemes lemes gimanaaaa gitu.

Tapi kemarin terpaksa harus nyetir karena Chacha pulang sekolah lebih awal diluar prediksi dan supir masih di bengkel mengurus mobil yang di service.

Naaah, ini yang mau gue ceritain.

Gue iseng lewat jalan yang cuma cukup buat dua mobil. Saat itu, ada 2 mobil terhenti di pinggir sisi gue, sedangkan ada mobil juga dari arah berlawanan sehingga dia atau gue yang harus ngalah.

Gue pikir, okelaaah gak buru-2 amat, jadi gue yang ngalah. Itung-2 beramal ama thu orang dengan berbuat kebaikan. Gue mundurin deh mobil gue yang udah setengah masuk sehingga sejajar ama 2 mobil yang terhenti parkir di pinggir.

Udah mundur lumayan jauh, tapi karena masih berada ditengah jalan, gue pinggirin dengan posisi dibelakang mobil yang parkir itu... GUBRAAAKKKKK !!! GRUUSUUKKKK !!! haaaaaahhh? Ban mobil kiri depan gue njeblos!!! Asli lubangnya daleeeemm dan gue bengong dulu kayak gak percaya.
Baru keinget kalau memang ada lubang di pinggir kiri (bukan got ya, jalan yang berlubang dalem banget). Kapan terakhir nyetir ya, kok bisa lupaa? Oh iyaaa, sebelum ke Jepang, 3 minggu yang lalu dong kalau gitu -ngeles, jadi ada alesan lupa biar gak dimarain- , panteess lupaaa.... ceile!


Duuh, untung ada orang-2 di pinggir jalan, sehingga 7 orang mengangkat mobilku dari arah ban sebelah kiri depan. Biissaaaa !!!
Tak perlu Superman ataupun Wonder Womaann bahkan Gatot Kaca untuk unjuk kekuatan dengan mengangkat mobil kesayanganku ini....


Setelah sibuk mencari 'sedikit uang jasa' buat mereka, perhatianku mulai terfokus ke mobil yang berlawanan yang aku kasih jalan tadi... Lho, mana dia?


Ternyata mobil itu masuk ke 2 rumah tepat depan mobil gue berhenti, di seberang mobil2 yang parkir tadi.... eenngg... uuhhmm..... TANPA GUE MUNDUR MEMBERI JALANPUUUNNNNN, THU MOBIL BISA MASSUUKKKKKN KEDALAM GARASI RUMAH KARENA GAK PERLU LEWAT JALAN SEMPIT TADI !!!
LALU KENAPA GUE MUNDUR DAN DIA DIEEEMMM AJAAAAA???? 
NJEBLOOOSS PUUULAAAAAAAAAAA........


DODOOOOOOOLLLLLLLLLL !!!!!!
KEBBLLUUKKKKKKK !!!!!!!


Tengsin







Gita -adikku- berencana akan pergi selama 1 minggu bersama keluarga besar dari pihak suaminya tanpa bisa membawa Darlene -anaknya- yang baru berumur hampir 2 tahun.
Mulailah atur strategi, akan dimana Darlene dititipkan.


Dan percobaan pertama, adalah nginep dirumah gue tadi malam. Duuh, serasa punya baby, seneeenngg deh mboboinnya. Setelah dikasih susu, bobolah Darlene jam 9. Dan ternyata aman, sampai pagi tidak terbangun.


Jam 7 uti  -emakku-telp dan bertanya,' Gimana Darlene?'

"tenang maakk, semua terkendali... gak rewel dan maniiiss banget."

"Bangun jam berapa?"

"Jam 6.30"



Wes ewes ewes....
Ngobrol ngalur ngidul.




Dan jam 2 siang, Gita datang kerumah buat menjemput Darlene.


"Gilaaa, ujan gede banget seharian dan gelap ya mbak, mendung...."

"Ho oh. Tadinya Darlene mau gue ajak jemput Rere tapi karena ujan ya gak jadi daripada sakit"

"Eh, mbak.. loe tau gak mama tadi telp gue..."



Dan mulailah Gita cerita.....


Uti," Ta, kamu udah telp mbak?"

Gue baru bangun thu mbak gara-2 HP gue bunyi pas mama telp, tapi suara gue bikin seolah udah daritadi bangunnya," Ntar ajalah ma...."


"Darlene pinter loh, gak rewel dan gak cari kamu semaleman. Kamu telp mbak dong, tanya kondisi anakmu"


"Iya, aku akan telp, tapi nanti dong, tokh biasanya Darlene bangun jam 8. Sekarang di telp juga percuma, beritanya nanti sepotong-2. Sekalian aja nanti...."



" Ta.... Sekarang udah jam SEPULUH....."


WOMAN


One day, when a seamstress was sewing while sitting close to a river, her thimble fell into the river. When she cried out, the Lord appeared and asked, 'My dear child, why are you crying?' The  seamstress  replied that her thimble had fallen into the water and that she needed  it to help her husband in making a living for their family. The Lord  dipped His hand into the water and pulled up a golden thimble set with sapphires.


'Is   this your thimble?' the Lord asked The seamstress replied,  'No.' 


The Lord again dipped into the river He held  out  a golden thimble studded with rubies. 




'Is  this  your thimble?' the Lord asked. Again, the seamstress replied,  'No.' 


The Lord reached down again and came up with   a leather thimble. 




'Is this your thimble ?' the Lord asked. The seamstress replied, 'Yes.' The  Lord was pleased with the woman's honesty and gave her all three thimbles to keep, and the seamstress went home happy. 



Some years later, the seamstress was walking with her husband along the riverbank, and her husband fell into the river and disappeared under the  water. When she cried out, the Lord again appeared and asked her, 'Why  are you crying?' 'Oh Lord, my husband has fallen into the river!' 





The   Lord went down into the water and came up with George Clooney. 'Is this  your  husband?' the Lord asked.






'Yes,' cried the seamstress. The Lord was furious. 'You lied! That is an untruth!' The seamstress replied, 'Oh, forgive me, my Lord. It is a misunderstanding. You see, if I had said 'no' to George Clooney, you would have come up with Brad Pitt.





Then if I said 'no' to him, you would have come up with my husband. Had I then said 'yes,' you would have given me all three. Lord, I'm not in the  best of health and would not be able to take care of all three husbands,  so THAT'S why I said 'yes' to George Clooney.




And so the Lord let her keep him.   




The   moral of this story is:
 
Whenever a woman lies, it's for a good and honourable reason, and in the best interest of others. That's our story, and we're sticking to it. 


Signed, 

All Us Women
 

 

SMS Cinta



You are my daily vitamin.

I need U each and every day because I'd be weak without U.

Happy Valentine,
ASTRID




*gleeekkhhhh*

Darryl menyuruh gue membaca sms di HP nya sambil berkata,'... Dan aku mendapat coklat dari Astrid...'


Kok...ggguuee.... bllluurrrrr tiba-tibbbaaaaa.....

*Kalah*






Hari ini gue ke sekolah Chacha karena mau minta legalisir raport kelas 4,5 dan 6 semester pertama buat syarat pendaftaran masuk ke salah satu SMP swasta. Memang ada beberapa SMP swasta yang di incer, karena gak mungkin juga dengan pedenya cuma daftar ke 1 SMP. Iya kalau diterima, lha kalau enggak?


Setelah beres urusan legalisir, gue nyempetin berkunjung ke kelas Chacha untuk meminta tanda tangannya di surat pernyataan supaya menyetujui peraturan-2 di calon SMP nya tersebut.






Begitu masuk ke kelasnya -pas istirahat-, semua teman-2nya menyalami gue dan cium tangan. Waaah, senengnya mereka inget ama gue. Tapi kegembiraan gue gak berlangsung lama karena terjadi kegaduhan yang gak jelas awalnya darimana,' RESIIIII.... RESSSIIIII.... KOK ELO DUDUK AJAAAA, MERTUA ELO DATENG NIH, SAMPERIN DONG, KASIH SALAM.'


Deeggh!
Gue celingukan -yang sebenernya gak perlu- karena jujur aja gue pun tau siapa yang dimaksud dengan kata MERTUA.  Tapi batin gue meronta, hati gue menolak -masih kurang di dramatisir gak?- dan gak terima kalau mereka membicarakan GUE sebagai MERTUA seseorang  di dalam kelas itu.


Oke, gue mencoba kuat-kuatan ama Resi, siapa yang akan takut dan malu duluan sehingga nyerah.
Gue bertahan di dalam kelas dan menunggu Chacha selesai menulis dan tanda tangan, tapi teriakan itu makin kencang. Gue melirik, si Resi juga bertahan senyam senyum di kursinya. Dooohh, kenapa sih dia gak keluar kelas aja?


Tampaknya kekuatan gue mulai melemah... Gue gak kuat... Gue lebih keringat dingin dari si  Resi dan akhirnya gue berujar,' Cha, mama tunggu di bawah ya, kamu cepetan dong nulisnya.'


Pengennya sih dipanjangin,' Cha, mama gak kuat nih , kok temen-2 kamu kejem banget nuduh mama sebagai mertua si Resi. Mama mau nangis niiihh....' *udah mulai mewek bombay*..   tapi gue kuatin hati gue dan berusaha tegar.... jrengg.. jrengg.. jrengg... *lagu Rosa yang berjudul TEGAR berkumandang*


Gue liat Chacha cengengesan nyebelin banget dan pengen gue jitak. Gak suka deh dengan situasi kayak gini, tersiksa banget rasanya !!


Akhirnya gue melangkah lunglai keluar kelas, tetap dengan backsound,' RESSSSSSIII, ANTERIN DOONGG MERTUA LOE KE BAWAAAHHH, TEGA BANGET DIBIARIN JALAN SENDIRIAAAAAANNN....'


Bandung Kawinan

Janjian kumpul, tapi ternyata kok bajunya merah semua ya....
Hahaha, gak sengaja!


1_13























Pas berangkat, kok yang duduk paling belakang kayak naik vespa gitu, boncengan?

2_13





























Sampai Bandung, maem dan beli-2 makanan buat dibawa ke Jakarta, trus mandi-2 dan siap-2 d kawinan....


6_7





















Haaaiii Dita, Kita dateng niiiihhhh.....
Yang menikah itu adlah kakaknya tersayangnya Dita, namanya mas Yogi.
Pas ketemu Dita, langsung Dita,' Berasa sepi deh tadi abis akad pagi dan mas Yogi langsung gak ada dideket gue lagi pas kita semua balik ke hotel...'


8_8




















11_6


























Selesai kawinan, sempet makan -haahh? Laagggiii??- rame-2 sebelum akhirnya pulang ke Jakarta.  Jam 3 pagi sampai deeeehh.....

18_1

14_9


















16_3




15_6






































Ngantuukkkk...




Buah Tangan

Hiikksss,
Gak ada yang lebih mengharukan daripada ini.



Tiba-2 secara surprise gue mendapat kiriman dari Rina melalui mamanya yang kebetulan ke Paris dan mereka bertemu disana. Woooww, banyak coklat dan teh, juga magnet kulkas... *ngemil coklat sampe 2 tahun juga gak abis ini stok dari Rina*. Titipan pertama dari Rina gak sempet gue potret karena waktu itu jatah pic gue 50 biji udah gak ada di blog :(
Tapi sekarang gue bisa masukin niiii, karena jatah pic masiiihhhh banyak di FS.. eeehhmmmm.




Lalu, Iya mengirim paket 2 boneka Chip and Dale dan Ducky bank, lucuuuu bangeeeett. Makasi ya Tante Iyaaaaaa... Rere udah telp langsung kok, dan mereka menggosip berdua.






Mendadak juga, gue dapet sms dari seseorang yang gue juga gak kenal, cuma mengabarkan bahwa ada titipan buat gue dari Floyd, temen gue yang tinggal di Belanda. Waaaaahhh, dapet kue-syal dan magnet !!




Makasih ya Rina, Iya dan Floyd....


Aku terpana, tersedak, terkesima oleh semua bingkisan yang aku dapat dalam waktu berdekatan.




Belum lagi paket dendeng Aceh yang tiba juga kemarin.
Thx ya Puj....




*masih terharu walau udah 2 hari, ingus masih banyak karena airmata gak bisa brenti mengalir....*

14_8



13_7


12_7

Maaf Pak, Saya.....




Hari ini emakku ulang tahun.
Rencananya mau ajak maem anak cucu hari Sabtu besok, tapi berhubung malem ini juga pada bisa kumpul, jadilah kita semua maem sebentar di daerah SCBD.


Seperti biasa, kalau udah kumpul gini, adaaaa aja cerita yang bikin kita makin semangat maem dan malam ini seputar orang yang bekerja di kantor bokap.


http://myvalentine.blogs.friendster.com/my_valentine/2007/01/kasian_a.html#comments



Melanjuti cerita si A.

Bo:  Kemarin lagi rapat serius dan tiba-2 HP  A bunyi, bisik-2 lalu A ijin pulang. Katanya istrinya pendarahan (lagi hamil anak ketiga). Aku kan ikutan panik, aku telp mama (mama angguk-2 mengiyakan) sapa tau ada yang bisa dibantu. Terus AW -adikku- rencananya kusuruh telp setelah rapat, tanya gimana kondisinya.


Dan bener, setelah rapat AW telp ke A nanya gimana kondisi istrinya.


A:  Gak apa-apa. Gak pendarahan sama sekali. Tadi hampir kepeleset tapi GAK KEPELESET kok!


Peserta rapat :  ???!!!??? !!!!!!!!!^%%^#(*&#(*^$*(&(&(@***$


Bo:  Gimanapun, ini berulang kali si A disuruh pulang ama istrinya saat kerja dan bahkan rapat untuk hal yang ternyata GAK SEBURUK YANG DIBAYANGKAN. Jatuh aja enggak, apalagi pendarahan! Semua dibesar-2kan dan istrinya sendiri gak bisa mengatur apa yang terjadi dirumah. Inget gak, si A telp Maya cuma buat nanya suster, dimana hal itu harusnya adalah tugas si istri? Tokh istrinya juga bisa pencet HP dan bicara ama Maya. Masak bagi tugas gitu aja gak bisa, sampai masalah telp Maya, telp dokter juga harus suaminya??



U (iparku) ; Mas AW, kamu marah gak kalau besok aku telp kamu minta kamu pulang cepet dan ternyata alasannya cuma rambutku rontok 2 helai..


Gue; Atau masalah jerawat yang mau pecah....


G (adik gue): Atau di gigi keselip makanan....




*udah mulai resek para pendengar karena geregetan*



U: Pernah beberapa kali bercanda, si A nyeletuk,' daripada ada piring terbang dirumah gue, mending enggak deh...'
Jadi sejak itu, orang-2 kantor nyebut istrinya adalah E.T, karena berhubungan ama piring terbang...
Trus bayangin, ke dokter aja harus ama suami, karena E.T gak bisa ngurus apa-2 dan blo'on aja otaknya gak jalan harus ambil step ini dan step itu... belum lagi, yang ngafalin obat-2 anaknya adalah si A.
Suster 2 dirumah, buat anak yang 4 tahun dan 2 tahun, itu aja si ET udah ongkang kaki gak ngapa-2in, dan ada apa-2 pun langsung telp A buat handle.


Nyo;  Kalau A nurutin terus, aku bisa anggep ET harus ke psikiater tapi A juga. Kenapa mau nurutin ET sampai kayak gitu? Berarti kan ada yang gak bener, kok bisa dijajah sampai kayak gitu? A kerja kan buat Rumah Tangganya, cari duit. Mbok tolong jangan diganggu kalau rapat dan konsen ke kerjaan. Lama-2 Ipap dan semua oarng kan risih. Mau sampai kapan kayak gitu??



Pernah, Beberapa minggu lalu Bo, Adik gue dan beberapa orang (bertujuh) ada rencana ke Perth.
Karena lagi penuh liburan, Lephie membantu paksa memesankan tiket sehingga dapatlah 7 tiket dengan teror dari Lephie telp terus ke travelnya -usahanya amat sangat keras- setiap hari dan sehari 5 kali.


Dan sehari sebelum keberangkatan....


"Maaf pak, saya besok gak bisa berangkat karena istri saya gak mau ditinggal...."



Uang lebih? Jajan?




Beberapa waktu lalu gue sempet rumpi ama temen-2 gue, yang akhirnya sampai ke point... uang jajan dan uang lebih.




"
Kalau gue sih mempostingkan buat diri gue sendiri uang jajan buat keperluan gue yang emang gue sisihkan dari gaji suami. Jadi jajan gue itu termasuk kebutuhan yang fix dan gak bisa diganggu gugat"




"Kalau gue, yang penting sebulan itu cukup dulu, kalau ada uang lebih baru gue pakai buat keperluan gue"




"Gue sih gak tiap bulan belanja, karena belum tentu juga ada keperluan urgent. Jadi kalau ada uang lebih dan keperluan gue gak ada, mending gue tabung deh, karena keperluan mendadak itu pasti ada suatu saat nanti. Atau kalau gak ada keperluan pun dan tabungan gue jadi banyak diakhir tahun, gue bisa memanjakan diri gue sendiri dengan apa yang gue inginkan"



"Anak-2 yang utama. Gue belum bisa mempostingkan diri gue, misal tiap bulan harus ada jatah buat gue 1000 dan jatah gue khusus buat gue padahal keperluan anak pun belum tentu terpenuhi. Misalnya anak butuh beli sesuatu dan budget kesitu udah gak ada bulan ini, masak gue masih maksa bahwa keperluan jajan gue yang utama? Sebagai ibu, gak bisalah gue kayak gitu. Jadi mending gak ada jajan-2an yang penting isi dapur, keperluan anak terpenuhi dulu. Gue mah gampang, gak beli sepatu juga gak isdet kok...."




Lucu-2 aja kaum ibu itu mengutarakan pendapatnya...
Dan buat gue, pendapat mereka itu bisa gue cerna, mana yang sesuai dan cocok buat gue terapkan ke diri gue sendiri.


Dan bagaimana dengan kalian ibu-ibu sekaliaaann????


My Photo

June 2008

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30          
Powered by Friendster Blogs